-->
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Search This Blog

Bookmark

Dakwah Politik Dawai

Tatag Bintara Yudha, Luna Guitarworks

Abad ke-15. Walisongo menyebarkan Islam di tanah Jawa bukan dengan pedang, tapi dengan pendekatan budaya. Sunan Kalijaga menggunakan wayang. Sunan Bonang menciptakan tembang-tembang Jawa. Mereka paham bahwa hati manusia tak bisa dipaksa, ia harus didekati dengan keindahan. Bukan memaksa hati manusia dengan ceramah dengan acting amuk, jualan nasab kenabian, dan minyak wangi. 

Enam abad kemudian, semangat itu hidup kembali dalam wujud berbeda: Luna Guitarworks, bengkel gitar custom milik Tatag Bintara Yudha, seorang networker yang saat ini sedang memilih menjadi kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Apa hubungannya? Lebih dalam dari yang kita kira.

Walisongo mengajarkan bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah kultural. Masuk lewat celah-celah seni dan budaya yang sudah mengakar. Mereka tak membangun masjid besar-besaran lalu memaksa orang masuk. Mereka justru membaur, menyesuaikan, dan pada akhirnya mengislamkan Jawa dengan cara yang damai.

Tatag, melalui Luna Guitarworks, melakukan hal serupa dalam konteks politik modern. Ia tak berpidato keras-keras tentang kebesaran partainya. Ia tak memaksa orang untuk memilih PKB. Sebaliknya, ia menciptakan sesuatu yang indah, membanggakan, dan bisa dinikmati semua orang tanpa memandang afiliasi politik.

Gitar-gitar Luna Guitarworks adalah "dakwah politik" dalam bentuk paling halus. Lewat produk berkualitas internasional, Tatag menyampaikan pesan bahwa partai politik bisa menerima kader-kader produktif. Politik melalui partai masih bisa membuka jalur penglahiran karya, bukan hanya janji. Bahwa menjadi politisi tak berarti berhenti berkarya.

Seperti gamelan Sunan Kalijaga yang menarik masyarakat mendekati Islam tanpa paksaan, gitar-gitar Luna Guitarworks menarik simpati publik tanpa kampanye verbal. Orang-orang kagum pada kualitas gitarnya, lalu bertanya: "Siapa yang membuat ini?" Dan ketika tahu bahwa pembuatnya adalah kader PKB, muncullah rasa hormat yang organik, yang tak bisa dibeli dengan iklan sebesar apa pun.

Lebih dari itu, Luna Guitarworks juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial. Dengan memproduksi gitar secara handmade, Tatag membuka lapangan kerja bagi pengrajin lokal. Dengan menembus pasar internasional, ia membawa devisa dan nama baik Indonesia. Ini sejalan dengan ajaran Walisongo, dakwah tak boleh hanya urusan akhirat, tapi juga harus membawa kesejahteraan dunia. Dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Hanya orang gila yang menyatakan dunia global saat ini sedang baik-baik saja.

Yang menarik, proses pembuatan gitar Luna Guitarworks yang memakan waktu hingga satu tahun mengajarkan tentang kesabaran. Nilai yang juga diajarkan Walisongo dalam menyebarkan Islam. Mereka tak buru-buru, tak target-oriented secara sempit. Para wali paham bahwa perubahan besar butuh waktu, dan kualitas tak bisa dikompromikan.

Inilah yang disebut dakwah politik dawai: pendekatan partai politik dalam membangun komunikasi dengan masyarakat melalui medium seni, khususnya musik. Bukan sekadar konser kampanye lima tahunan yang didominasi tarian memuakkan dan diunggah buzzer di Tiktok, tapi program berkelanjutan yang memberdayakan komunitas seni dan menciptakan ekosistem budaya yang hidup.

Luna Guitarworks adalah contoh sempurna. Ia tak hanya memproduksi gitar, tapi juga membangun ekosistem: pengrajin terlatih, bahan baku lokal tergarap, pasar internasional terbuka, dan nama Indonesia terangkat. Semua ini dilakukan tanpa teriakan politik, tapi dampak politiknya luar biasa.

Partai-partai lain bisa belajar dari model ini. Bayangkan jika setiap partai memiliki program serupa sesuai dengan ciri khas masing-masing. Partai nasionalis mengembangkan industri kerajinan dan industri alat musik tradisional-daerah. Ah, meski ini masih mimpi di tengah padang pasir.

Mungkin visi pencerahan melalui industri semacam itu akan membangkitkan ekonomi kreatif yang dahsyat. Lapangan kerja terbuka lebar. Budaya daerah terlestarikan dengan cara kreatif dan teknologis. Dan partai politik, yang selama ini dianggap elitis dan jauh dari rakyat, akan kembali menemukan akarnya.

Walisongo mengajarkan bahwa dakwah paling efektif adalah dakwah yang tak terasa sebagai dakwah. Tatag Bintara Yudha dan Luna Guitarworks membuktikan bahwa politik paling efektif adalah politik yang tak terasa sebagai politik. Ia hadir sebagai karya, keindahan, dan kebanggaan.

Semoga semakin banyak kader partai yang meneladani langkah ini. Karena pada akhirnya, rakyat tak butuh janji yang diumbar melalui lomba pidato antar pejabat magang. Mereka butuh bukti nyata, seperti gitar berkualitas internasional buatan anak bangsa.*

Ditulis oleh Anom Surya Putra.



Post a Comment

Post a Comment