-->
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Search This Blog

Bookmark

Menyetem Kehidupan ala Luna Guitarworks

Tatag Bintara Yudha, Luna Guitarworks

Di sebuah bengkel kecil di Indonesia, seorang pemuda tengah tekun membentuk kayu menjadi gitar. Ia alumni magister poliik dari sebuah kampus di Leiden, Belanda. Sempat menapak karir sebagai aparatur sipil negara, lalu seperti lazimnya hukum sejarah kehidupan musisi yang berulang, ia keluar dari zona nyaman dan beralih menjadi "networker", seniman gitar elektrik, dan sesekali naik altar memainkan gitar dengan nada melengking.

Dengan penuh kesabaran, Tatag mengukur, memotong, mengamplas, hingga akhirnya lahirlah sebuah instrumen yang tak hanya mampu menghasilkan nada, tapi juga menyimpan filosofi kehidupan.

Pemuda itu bernama Tatag Bintara Yudha. Networker sekaligus seniman gitar Luna Guitarworks.

Dalam dunia organologi, gitar diklasifikasikan sebagai alat musik dawai yang menghasilkan bunyi dari getaran senar. Tapi bagi Tatag, gitar bukan sekadar benda mati dengan spesifikasi teknis. Ia adalah cermin kehidupan. Sesuatu yang ia pahami deeply karena setiap gitar buatannya lahir dari proses panjang penuh makna.

Di Luna Guitarworks, setiap gitar dibuat secara custom dan hand-made berdasarkan pesanan. Waktu pengerjaannya bisa mencapai dua bulan hingga satu tahun. Bukan karena keterbatasan teknologi, tapi karena Tatag meyakini bahwa kualitas tak bisa digesa. Ia mengajarkan pada kita tentang kesabaran bahwa hal-hal terbaik dalam hidup memang butuh proses panjang.

Filosofi ini relevan dengan apa yang diajarkan oleh dawai itu sendiri. Dalam bermain gitar, kita tahu bahwa dawai yang terlalu kencang akan putus. Terlalu kendor, tak menghasilkan nada. Hanya pada tegangan yang pas, musik indah bisa lahir. Itu yang saya saksikan ketika Tatag memainkan lagu Don't Look Back in Anger karya Oasis.

Begitu pula kehidupan. Tatag memahami betul bahwa kesuksesan, seperti gitarnya yang menembus pasar internasional, tak datang dari ambisi yang menggebu-gebu tanpa kendali. Ia butuh keseimbangan antara kerja keras dan kesabaran, antara mimpi besar dan proses bertahap.

Yang membuat Luna Guitarworks istimewa, ia tak sekadar memproduksi gitar. Tatag membawa pesan-pesan diplomatik atas nama Indonesia ke pentas dunia. Di tengah dominasi merek-merek gitar internasional, Tatag membuktikan bahwa anak bangsa mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor. Sebuah kebanggaan yang tak ternilai.

Lebih dari itu, Tatag kini memilih berkarir politik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia seolah ingin menguji jalan hidupnya sendiri, membuktikan bahwa politisi tak melulu sibuk dengan pencitraan dan retorika. Ia memilih jalan berbeda: berkarya nyata, menciptakan lapangan kerja, dan membangun nama bangsa lewat seni.

Inilah pesan mendalam dari Luna Guitarworks: politik bisa dijalani dengan cara yang indah. Bahwa perjuangan tak selalu harus keras dan bising atau sibuk mengitar massa mengambang seperti gasing. Kadang, ia cukup dilakukan dengan hening, seperti proses pembuatan gitar yang penuh ketelitian.

Di era serba instan ini, Luna Guitarworks hadir sebagai pengingat bahwa kesabaran adalah kekuatan. Kualitas tak bisa dikompromikan. Bahwa Indonesia mampu bersaing di pasar global jika kita mau bekerja sungguh-sungguh.

Tatag Bintara Yudha dan Luna Guitarworks mengajarkan kita semua: kehidupan ibarat gitar. Kita bisa memilih memainkannya asal-asalan, atau menyetemnya dengan hati-hati agar menghasilkan nada terbaik.

Dan ketika dunia mendengar petikan gitar buatan Indonesia, itulah saatnya kita bangga menjadi bagian dari negeri ini.*

Ditulis oleh: Anom Surya Putra

Post a Comment

Post a Comment