-->
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Search This Blog

Bookmark

Luna Guitarworks dan Politik Kejujuran

Tatag Bintara Yudha, Luna Guitarworks

Ada satu kejujuran yang tak bisa dipalsukan: suara dawai. Petik gitar dengan hati marah ala sekumpulan lagu Bon Jovi, ia akan meraung, melengking. Petik dengan rasa rindu seperti lagu Hey Jude, nadanya akan melankolis. Gitar tak bisa berbohong.

Di sinilah letak relevansi Luna Guitarworks, bengkel gitar custom milik Tatag Bintara Yudha, networker dan kader muda PKB. Karena di tengah politik yang kerap penuh intrik dan kebohongan ala post-truth, Luna Guitarworks hadir sebagai pengingat bahwa kejujuran dan kualitas sejati selalu akan berbicara sendiri.

Tatag memulai Luna Guitarworks bukan dengan janji-janji muluk, tapi dengan kerja nyata. Ia memproduksi gitar secara handmade, dengan waktu pengerjaan dua bulan hingga satu tahun. Tak ada jalan pintas, tak ada kompromi kualitas. Setiap gitar adalah buah dari proses panjang yang jujur.

Hasilnya? Gitar Luna Guitarworks menembus pasar internasional. Bukan karena pencitraan atau pemasaran bombastis, tapi karena kualitasnya yang diakui. Dunia musik tak bisa dibohongi. Jika suaranya bagus, intonasinya tepat, dan materialnya berkualitas maka ia akan diterima. Sebaliknya, gitar murahan dengan tampilan mengilap tapi suara jelek akan segera ditinggalkan.

Inilah pelajaran berharga bagi dunia politik. Banyak politisi sibuk membangun pencitraan, menghabiskan miliaran rupiah untuk baliho dan iklan, tapi lupa pada pesan-substantif. Mereka seperti gitar murahan: dari jauh tampak mengilap, tapi saat dimainkan atau saat bekerja untuk rakyat, suaranya sumbang tak karuan. Malah melegitimasi suara yang meracuni rakyat.

Tatag menawarkan model berbeda. Sebagai politisi, ia memilih fokus pada karya. Ia membangun Luna Guitarworks bukan sekadar bisnis, tapi sebagai kontribusi nyata bagi bangsa. Tatag berupaya menciptakan lapangan kerja, membawa nama Indonesia ke kancah global, dan membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing. Jejak kerja cerdas dan kerja kerasnya nampak ketika harus bolak-balik bertemu elit politik di Jakarta, berangkat pagi pulang gelap, dan belum lagi mengatur dan mengurus para pekerjanya.

Inilah yang disebut politik kejujuran. Politik yang tak butuh pencitraan karena karyanya sendiri yang berbicara. Politik yang mengerti bahwa rakyat, seperti pendengar musik dan pekerja Luna Guitarworks, memiliki telinga tajam yang tak bisa dibohongi.

Yang menarik, Tatag melakukan semua ini di bawah naungan pilihan hidup sebagai networker.  Mempertemukan komunitas tertentu yang terputus aspirasinya dengan elit politik di parlemen, kabinet, dan pelaku bisnis. Ia mempertotonkan, politik masih bisa berseni dan manusiawi.

Di era kepercayaan publik pada partai politik yang terus menurun, kehadiran Luna Guitarworks adalah oase. Ia mengingatkan bahwa politik tak melulu soal bagi-bagi kekuasaan, bagi-bagi setoran untuk menduduki komisaris atau senator. Ia juga bisa tentang membangun sesuatu, menciptakan lapangan kerja, dan membanggakan bangsa.

Seperti gitar yang jujur pada suaranya, Tatag jujur pada panggilannya. Ia tak perlu banyak bicara. Meski kalau ia sudah angkat bicara, maka seratus kata akan mengalir cepat seperti alunan Romantik-Radikal ala Paganini. Karyanya, gitar-gitar Luna Guitarworks yang mendunia, adalah pidato politik paling fasih.

Maka, kepada para politisi: belajarlah dari Luna Guitarworks. Jangan sibuk merancang pencitraan, sibuklah menciptakan karya. Karena pada akhirnya, rakyat tak butuh janji manis. Mereka butuh bukti nyata, seperti suara merdu-melengking dari gitar yang tak bisa dipalsukan.

Kepada kita semua: dukunglah produk-produk lokal seperti Luna Guitarworks. Karena dengan membelinya, kita ikut membangun politik kejujuran. Kita berkata pada dunia bahwa Indonesia mampu, jujur, dan berkualitas. Dan ingat, membeli gitar Luna ini tanda bahwa kalian telah melesat jauh dari standar kemiskinan BPS.*

Ditulis oleh Anom Surya Putra


Post a Comment

Post a Comment